Bekraf Festival 2017: Digital Marketing Ecosystem
Bekraf ( Badan Ekonomi Kreatif ) Festival akhirnya digelar pada tanggal 9 - 10 Desember 2017 di Bandung. Kesempatan menarik banget buat belajar banyak tentang ekonomi kreatif di Indonesia, Mulai dari pameran sampai sharing session tentang musik, fashion, food, film, fine art/craft, digital marketing. Jelas dong saya lebih tertarik buat ikut sesi digital marketing. Nah sekarang saya mau ceritain sedikit apa aja yang saya dapat dari sharing session digital marketing ecosystem dari acara Bekraf kemarin.
Di sesi ini, pembicaranya adalah Bara Liga dari idEA ( Asosiasi E-Commerce Indonesia). idEA merupakan wadah komunikasi antar pelaku industri E-Commerce Indonesia, jadi pas banget kan ngobrolin perkembangan digital marketing di Indonesia.
Menurut Liga, di perkembangan Digital Marketing sekarang ini kita harus mengetahui bagaimana cara kita mempersingkat jalan agar kita mencapai tujuan (visi & misi) dengan lebih mudah dan cepat. Perusahaan besar di dunia, sudah banyak memberikan inovasi-inovasi secara digital untuk mempermudah klien/customer mereka.
Dengan terus berkembangnya kecepatan internet khususnya di Indonesia, kita harus tahu, apa yangbisa dimanfaatkan oleh digital, kita harus sudah mulai mengubah mind-set kita dalam menentukan strategi pemasaran.
terus apa aja sih strategi pemasaran yang merajuk ke arah digital marketing?
1. masih banyak perusahaan yang pakai media banner, poster, flyer untuk menunjukan produk mereka, tapi dengan adanya digital ini, kalian juga harus melakukan pemasaran dengan online juga.
2. sambung dari banner tadi, misal kita pasang iklan di salah satu megatron di persimpangan jalan, sebenarnya hal ini juga kurang efektif ketika dibandingkan kita memasang iklan di salah satu kendaraan kita. seperti mobil, motor, angkot. kenapa lebih efektif karena mereka objek berjalan , jumlah orang yang melihat iklan tersebut akan lebih banyak dibandingkan hanya memasang iklan di megatron.
3. sharing affiliation juga salah satu cara penting lho! sharing ini bisa ningkatin engagement orang terhadap brand/ perusahaan, karena sifatnya sharing, jadi kita bekerjasama dengan pihak lain atau pihak ketiga untuk melakukan pamasaran, untuk sekarang contohnya banyak banget website e-commerce di Indonesia yang memberikan fasilitas untuk kita memasarkan produk kita, atau cara lain mungkin kamu bisa bikin strategi pasar dengan kolaborasi dengan beberapa brand yang bidangnya kurang lebih sama dengan bidang brand kalian.
4. E-mail marketing. Agar brand kita tetap dikenal dan diingat, penting buat melakukan blast e-mail. padahal kalau dipikir-pikir saya sendiri paling males lihat e-mail masuk dari perusahaan atau brand. Tenang, ada strategi yang lebih cocok pendekatannya , yaitu dengan tidak memakai e-mail atas nama perusahaan, tapi dengan nama pribadi. Contohnya,

dari gambar diatas, pilih deh kira-kira inbox mana yang akan pertama kalian buka?
kalau saya sendiri, sepintas saya pasti akan buka inbox dari "Vikki Dziuma", karena mindset saya bilang "siapa tau inbox itu isinya penting", tapi ternyata setelah kita baca, ternyata inbox tersebut juga isinya adalah e-mail marketing dari Flixel. Nah, kalian nangkep nggak konsepnya? ternyata ketika perusahaan pakai nama personal untuk mengirim e-mail blast itu lebih mendapatkan engagement lebih tinggi dibanding mengirim e-mail dengan nama perusahaan atau brand. Konsep ini pastinya udah banyak dipakai perusahaan-perusahaan besar juga kok, dan kalian bisa coba juga dari sekarang :)
Dari beberapa strategi diatas bisa kalian saring lagi ya, mana yang benar-benar cocok sama visi brand atau perusahaan kalian. Jangan sampai kalian pengen melakukan inovasi tapi inovasinya belum sesuai visi kalian. Simpulan ini juga saya dapet dari hasil sharing Bara Liga. Semoga bermanfaat yah, tetap berinovasi dan kreatif.
"banyak perusahaan yang melakukan inovasi digital tetapi tidak selaras dengan visi"

Comments
Post a Comment
Thank you for comment :)